Ijtima’ dan Pembekalan Guru Tugas Bersama Para Masayikh PP. Assunniyyah

Ahmad Jasmani, S.Pd.I
Ahmad Jasmani, S.Pd.I
Kontributor
25 Apr 2026 30 Kali Dibaca
Ijtima’ dan Pembekalan Guru Tugas Bersama Para Masayikh PP. Assunniyyah

Rabu, 15 April 2026 — PP. Assunniyyah menggelar kegiatan Ijtima’ dan Pembekalan Guru Tugas bersama para Masayikh sebagai bagian dari persiapan pengabdian para lulusan. Guru tugas sendiri merupakan para lulusan Madrasah Diniyyah PP. Assunniyyah dan lulusan Ma’had Aly Assunniyyah yang mendapat amanah untuk mengabdi di berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh para masyayikh PP. Assunniyyah, seluruh guru tugas beserta walinya, serta perwakilan pihak lembaga yang mengajukan dan membutuhkan guru tugas yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Jember dan sekitarnya hingga luar kota bahkan luar Pulau Jawa.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan secara ruhiyah, ilmiah, dan mental kepada para guru tugas agar siap terjun ke masyarakat, mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, serta menjaga nama baik almamater PP. Assunniyyah.

Acara Pembekalan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, para hadirin bersama-sama melaksanakan mahallul qiyam sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Memasuki acara inti, KH. Ahmad Ghonim Jauhari dalam arahannya menegaskan bahwa ilmu merupakan wasilah untuk membentuk akhlak, sehingga para guru tugas tidak hanya berbekal pengetahuan, tetapi juga harus mampu menjaga dan menampilkan akhlakul karimah di tengah masyarakat.

Selanjutnya, KH. Khoiruzzad Maddah memberikan penekanan bahwa para guru tugas harus tetap berpegang pada prinsip “ما زلت طالبا”, yang berarti bahwa di manapun berada, seorang guru tugas tetaplah seorang santri PP. Assunniyyah yang harus terus belajar, menjaga adab, dan membawa identitas pesantren.

Sebagai penutup rangkaian pembekalan, KH. Ahmad Sadid Jauhari berpesan agar para guru tugas senantiasa menjaga sikap dan kehati-hatian dalam bermasyarakat, dengan tidak menempatkan diri pada hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Beliau juga memimpin doa penutup sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru tugas dapat menjalankan amanah sebagai agen dakwah dan pendidikan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta istiqamah dalam mengamalkan ilmu.